Paket Ekonomi Jokowi-Jk; Untuk Siapa?

Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan peket kebijakan ekonomi yang ketiga belas. Disebut ketiga belas karena pemerintah Jokowi-Jk sejak 2015 lalu sudah tiga belas kali mengeluarkan paket kebijakan ekonomi. Pada kebijakan ekonomi kali ini, terdapat dua poin penting di dalamnya yaitu insentif untuk pengembangan perdagangan dalam jaringan (e-commerce) dan deregulasi bidang perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Lanjutkan membaca Paket Ekonomi Jokowi-Jk; Untuk Siapa?

Medan Mulai Tak “Benar”

eldin akhyar
Sumber Gambar; Internet

Lima bulan sudah pasangan Walikota dan Wakil Walikota Medan terpilih Drs. H. T. Dzulmi Eldi M.Si dan Ir. Akhyar Nasution M.Si resmi dilantik oleh Kementrian Dalam Negari. Namun setelah lima bulan berlalu, belum satu-pun agenda pembangunan yang diusung pasangan dengan slogan BENAR (Bang Eldi-Akhyar) ini dirasakan oleh masyarakat. Visi dan Misi mereka yang terangkum dalam Medan Rumah Kita seolah hanya menjadi isapan jempol semata.

Bahkan tak jarang istilah ini mulai dipelesetkan menjadi Medan “Bukan” Rumah Kita oleh beberapa pengamat dan praktisi kebijakan pembangunan. Visi untuk menjadikan medan sebagai kota masa depan yang multicultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religious berbanding terbalik dengan kondisi Kota Medan yang semakin tampak tak terurus. Lanjutkan membaca Medan Mulai Tak “Benar”

71 Tahun Melawan Kemiskinan

Hasil gambar untuk orang miskin
Sumber Gambar: Internet

Kemiskinan masih menjadi tampilan umum masyarakat Indonesia. Padahal, tepat pada tanggal 17 Agustus 2016 nanti bangsa ini telah berusia 71 tahun. Usia yang dapat dikatakan tidak muda lagi bagi suatu bangsa.  Namun sayangnya, selama 71 tahun itu juga nuansa kemerdekaan seolah tidak pernah hadir bagi 28,01 juta –atau sekitar 10,86 persen –penduduk miskin di Indonesia. Fakta ini membuat kita patut bertanya, apa yang menjadi penyebab mengapa kemiskinan di negeri ini sulit untuk dientaskan? Bukankah sudah banyak program-program peningkatan kesejahteraan yang digulirkan oleh pemerintah? Lanjutkan membaca 71 Tahun Melawan Kemiskinan

Ayo Mendirikan Bank Sampah di Sekolah

Meski hasil penelitian dan penemuan tentang manfaat sampah telah banyak diungkapkan, namun dalam kenyataan sehari-hari, masih banyak sampah yang terabaikan dan dilihat sebagai satu materi yang sudah tidak memiliki kegunaan. Pada tahapan inilah pendidikan dalam bentuk pelatihan pengelolaan sampah diharapkan dapat menjadi solusi bermanfaat khususnya bagi mereka generasi muda yang masih berstatus pelajar.

Nantinya hasil dari pelatihan tersebut diharapkan akan melahirkan generasi yang peduli terhadap permasalahan sampah yang ada di lingkungannya. Tingkat kepedulian tersebut dapat dilihat dari kemampuan pelajar untuk memanfaatkan sampah sabagai potensi ekonomi dengan mendaur ulangnya kembali menjadi barang berguna, atau dengan melakukan gerakan pemilahan sampah untuk di tabung di bank sampah. Oleh karenanya pendirian bank sampah di sekolah juga dirasa menjadi satu hal yang penting untuk mendidik siswa/i yang ada di sekolah tersebut. Hal ini dikarenakan sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah harusnya dapat membentuk insan-insan yang bersikap dan berperilaku peduli terhadap kondisi lingkungan. Lanjutkan membaca Ayo Mendirikan Bank Sampah di Sekolah

Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) menjadi topik yang menarik pada beberapa dekade belakangan ini, khususnya setelah tujuan pembangunan millennium yang tertuang dalam Millenium Development Goals (MDGs) akan usai pada akhir tahun 2015 dan segera digantikan dengan Sustainable Development Development Goals (SDGs). Isu SDGs secara resmi sudah diperbincangkan pada tingkat global pada KTT Rio+20 tahun 2012 yang menghasilkan dokumen “The Future We Want”.

Pada dokument inilah SDGs dicantumkan berserta arahan tentang pentingnnya tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yaitu; Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Hidup yang harus bersinergi dalam pembangunan global ke depan. Dokument SDGs ini kemudian disahkan pada KTT Pembangunan berkelanjutan PBB yang berlangsung di New York pada tanggal 25-27 September 2015. Dalam KTT tersebut ditetapkan bahwa SDGs akan mulai diberlakukan pasca tahun 2015 sampai 2030. SDGs tidak hanya berlaku untuk negara berkembang tapi juga untuk negara-negara maju. Lanjutkan membaca Pembangunan Berkelanjutan

Membangun (Tanpa) Utang

006 - Membangun (Tanpa) UtangPembangunan –di satu negara –tentunya membutuhkan modal. Modal tersebut dalam kajian ekonomi pembangunan klasik dapat diperoleh dari dalam negeri –dengan mengusahakan peningkatan tabungan penduduk –dan dari luar negeri –melalui penanaman modal asing dan utang luar negeri. Pada prosesnya, pilihan terhadap penggunaan modal pembangunan di Indonesia lebih banyak berorientasi pada utang luar negeri. Lanjutkan membaca Membangun (Tanpa) Utang

Anomali Ekonomi Ramadhan

Kenaikan harga yang diikuti dengan laju inflasi selalu menjadi satu fenomena ekonomi menjelang bulan ramadhan. Dalam lima tahun terakhir, laju inflasi di bulan ramadhan rata-rata bekisar 0,8 sampai 0,9 persen. Hal ini bisa dilihat dari inflasi pada tahun 2011 sebesar (0,93%). 2012 sebesar (0,7%), 2013 sebesar (3,29%), serta pada tahun 2014 dan 2015 mencapai (0,93%). Namun sukurnya, angka inflasi yang terbilang tinggi tersebut tidak terulang pada ramadhan tahun ini. Tercatat laju inflasi pada bulan Mei 2016 berkisar pada 0,24 persen.

Begitupun angka inflasi pada bulan Mei sebesar 0,24 persen tersebut tidak dapat menjadi patokan keberhasilan pemerintah dalam mengkontrol laju inflasi menjelang bulan ramadhan. Sebab dalam minggu-minggu terakhir di bulan Mei, kita sudah disibukkan dengan berita-berita kenaikan harga pangan, mulai dari bawang merah, telur ayam, daging ayam dan daging sapi.

Jika harga-harga kebutuhan pokok tersebut tidak dapat direm oleh pemerintah dengan berbagai program alternative maka trend inflasi pada saat ramadhan dan idul fitri akan tetap terjadi dan tentunya masyarakat kelas menengah dan bawah –baik yang muslim dan non muslim –akan merasakan beban ekonomi yang tinggi. khususnya dalam penenuhan kebutuhan konsumsi rumah tangga. Lanjutkan membaca Anomali Ekonomi Ramadhan

Bacalah dengan Nama Tuhan-Mu yang Maha Agung