Kekuatan Sosial Islam

Dalam setiap perayaan keagamaan dalam islam seperti idul fitri dan idul ad’ha selalu saja di ikuti oleh tanggung jawab sosial yang tinggi terhadap kaum duafa, miskin dan fakir. Tangggung jawab sosial itu dapat dilihat dari pembagian zakat pada idul fitri dan pemotongan daging qurban pada idul ad’ha yang kesemuanya diberikan dan dibagikan kepada kaum duafa, miskin dan fakir.

Tanggung jawab sosial itulah yang sebenarnya merupakan kekuatan sosial terbesar dalam islam, dalam perkembangannya kemudian hal itu sebenarnya dapat mengentasi masalah kemiskinan yang ada di Negara kita Indonesia. Kalau dilihat secara “kasat mata” kemiskinan selalu identik dengan umat islam hal ini jika kita lihat dari banyaknya gelandangan dan pengemis (GEPENG) di jalan raya yang memakai symbol – symbol islam seperti jilbab dan peci/ lobe. Hal ini juga makin di perkuat oleh pemberiataan yang selalu menyayat hati jika kita, dengan banyaknya korban yang berjatuhan setiap antri pengambilan tiket untuk pembagian zakat dan daging qurban.

Padahal kita tau bersama islam sejak berkembang di madinah sudah mulai mengembangkan konsep tentang kesejahtreaan sosila masyarakat dengan adanya baitul mal untuk pengumpulan dana sosial. Rosul juga dalam beberapa kesempatan selalu mengajurkan agar umatnya menjadi saudagar atau pedagang agar lebih dapat menguasai pasar dan modal juga lebih memudahkan dalam berdakwah karena islam menguasai dunia melalui jalur dagang dan dakwah.

Sprit of capital itulah yang sekarang sudah mulai berkurang dalam jiwa umat islam di indonesia, sehingga kita sekarang lebih mudah di goncang dari berbagai sisi kehidupan. Paradigma sebagian umat islam di Indonesia berubah. Mereka mengangap kehidupan hanya “cukup dengan solat “saja pada hal banyak sisi lain dari kehidupan tersebut yang harus dilakukan.

 

“apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al Jumu’ah 10)”

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku'[44]. (Q.S.Al Baqarah 43)”

[44] Yang dimaksud Ialah: shalat berjama’ah dan dapat pula diartikan: tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk.

1.Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. 2.Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah[1605]. (Q.S. Al Kautsar 1 dan 2)

[1605] Yang dimaksud berkorban di sini ialah menyembelih hewan Qurban dan mensyukuri nikmat Allah.

 

Sedekah, wakaf dan lain – lain dalam islam adalah suatu bentuk tanggung jawab sosial umat islam satu sama lain tetapi apakah hal tersebut sudah kita lakukan dengan benar secara syariah dan baik secara tekhnik pelaksanaan? masih banyak orang yang bermampu dan mempunyai harta malas untuk melaksanakan zakat, infak dan wakaf.

 

“1. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, 3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, 6. orang-orang yang berbuat riya[1603], 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna[1604].” (Q.S Al Maa’uun 1-7)

[1603] Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat. [1604] Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.

 

Kesejahteraan umat harus diutamakan, sehingga perayaan hari – hari besar dalam islam tidak lagi bersifat seremonial saja, tetapi sudah dapat masuk kedalam aspek pembangunan manusia seutuhnya melalui tanggung jawab sosial terhadap sesama umat islam.

 

1431 H

“Hidup Bersama Harus di Jaga”

 



2 thoughts on “Kekuatan Sosial Islam”

  1. Pernyataan ini “Sprit of capital itulah yang sekarang sudah mulai berkurang dalam jiwa umat islam di indonesia, sehingga kita sekarang lebih mudah di goncang dari berbagai sisi kehidupan. Paradigma sebagian umat islam di Indonesia berubah. Mereka mengangap kehidupan hanya “cukup dengan solat “saja pada hal banyak sisi lain dari kehidupan tersebut yang harus dilakukan.” agak susah difahami. Bagaimana penjelasannya ya?

    1. penjelasan dari sana maksudnya, sebagian dari umat islam di indonesia sudah kurang semangat mencari nafkah hidup. kehidupan mereka stagnan, kebanyakan tawakkal dari pada melakukan usaha. padahal islam menguasai 3/4 dunia melalui jalur dagang, kekuatan ekonomi islam pada masa itu membuat islam cukup dihargai dan sulit untuk dikalahkan, gerakan dakwa juga masuk lewat jalur dagang..
      sehingga sekarang orang – orang islam di indonesia dan dunia sudah tidak ada lagi yang menguasai pasar, negara – negara islam sangat gampang di guncang badai krisis keuangan.
      jd tidak salah jika, islam telah di jajah oleh barat secara finalsial.. mungkin ayat dibawah ini dapat mewakili untuk itu..

      “apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (Q.S. Al Jumu’ah 10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s