surat untukmu

surat untuk wakilku,

Untukmu pejabat negaraku, aku turut berduka…!

Ada BPK, ada KPK, ada Kejaksaan, ada Kepolisian, ada Menteri, ada wakil menteri, ada TPF, ada SATGAS Mafia Hukum, dan ada PANJA DPR, tapi kok masalah century dan gayus belum selesai juga? “ada – ada aja”..!

Kapan lagi mau ngurusin rakyat,? Nanti kalau dikasihtahu katanya inpacment/pemakzulan, kalau tidak diberitahu katanya apatis, sudah tidak perduli lagi. Aneh memang, aku sudah tidak mengerti lagi dengan jalan pikiran kalian.

Beginihlah kalau dahulu kalian kuliah di jurusan hukum penyelewengan, akhirnya hukum dinegara ini bisa diselewengkan semua dan begini juga jadinya kalau dahulu kalian kuliah di jurusan politik kepentingan dan kekuasaan, akhirnya segala urusan politik kalian buat berorientasi pada kepentingan akan kekuasaan. Mungkin suatu saat nanti ilmu – ilmu tersebut akan menjadi studi baru di sebuah lembaga pendidikan tinggi, dan memang menarik juga untuk kita pelajari bersama. Hahahahhaha…!

Inilah jadinya jika kau menghilangkan yang ideal itu maka semuanya akan amburadul, padahal negeri ini terbentang dianugrahkan oleh kasih sayang tuhan. Meskinya yang kau bangun itu keseimbangan, bukan ketimpangan.

Disini semuanya kau buat serba terbalik, bukan milikmu kok kau ambilin. Keringat rakyat dan susah payah rakyat kok kau anggap milik moyangmu? Kau yang korupsi kok pakai dasi? kau yang mencuri kok dilindungi? Kau katanya yang demokratis kok memikiri nasib sendiri?

Sudahlah, aneh memang, aku hanya bisa berkata padamu;

“berkacalah, tampangmu sudah kusam dan jelek sekali. Mandilah, badanmu sudah dekil dan gosok gigilah karena mulutmu sudah berbau busuk.” Tinggalkan baju dan jasmu yang ada sekarang itu, karena sudah kumal dan kusut. Aku memang tak sanggup memberikanmu baju baru, karena aku tak punya pekerjaan yang dapat menghasilkan uang, tetapi dari pada kau telanjang, aku masih mempunyai 2 (dua) kain di lemariku untuk membungkus tubuhmu itu, kau tinggal pilih mau yang mana; kain kafan atau kain ikhram?

Setelah itu pergilah kau pangkas diujung jalan “ihdinassirotolmustakim” sana agar otak yang ada di dalam kepalamu itu dapat berpikir dengan jernih kembali.

Cuman itu pesanku padamu,

Semoga kita dapat bertemu dikehidupan yang serba telanjang nanti, dimana kita semua akan disidang bersama untuk mempertanggung jawabkan gelar “alm” kita di dunia.

 

One thought on “surat untukmu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s