Risalah Hari senin,

ini senin yang sangat beda bagi seorang guru sosiologi SMA harapan bangsa, karena senin ini sesuai jadwal yang di buat oleh pihak Sekolah  mengharus ia menjadi pembina upacara di hadapan ratusan siswa/i SMA harapan bangsa. Ibu siti az Zahra, atau yang biasa di panggil ibu siti ini di kenal dengan guru yang sangat cerdas dan memiliki kedekatan emosional yang baik terhadap siswanya, terkadang ibu siti melebihi seorang guru BK karena kebanyakan siswa SMA harapan bangsa lebih senang melakukan konseling dengan beliau.

Pagi yang cerah, upacara berlangsung lancar seperti biasa. Dalam amanat upacaranya ibu siti memberikan satu penjelasan tentang pentingnya membangun hubungan sosial antar sesama manusia sebagai mahluk sosial dan di dalam hubungan sosial tersebut ibu siti menjelaskan tentang pentingnya kepemimpinan untuk dapat mengatur serta memiliki dominasi dan kekuasaan atas manusia sehingga tidak ada pihak diantara manusia yang bertindak sewenang wenang terhadap pihak lain. Ibu siti menambahkan:

“Dimana pun manusia berada, mereka harus memiliki seorang pemimpin yang dapat mengatur hidup mereka, baik itu dalam sebuah skup organisasi terkecil seperti keluarga yang memiliki pemimpin di dalamnya yang kemudian di panggil ayah atau bapak. Di dalam prusahaan ada kepala, direktur, menejer dll, dalam tatanan kenegaraan ada camat, walikota, bupati, gubernur sampai presiden, yang ke semuaanya itu mengatur agar manusia dapat tertib dan tidak sewenang wenang dalam menjalankan tugasnya sehingga apa yang diharapkan menjadi tujuan bersama dapat terhujud dengan cepat.”

Seperti biasa, upacara kemudian di tutup dengan doa dan barisan siswa kemudian di bubarkan melalui perintah pemimpin upacara. Upacara selesai, ratusan siswa SMA harapan bangsa masuk ke dalam kelas masing – masing. Sebagian para guru sibuk mempersiapan bahan pelajaran yang akan diberikan kepada siswa di kelas nanti, dan setiap hari senin pagi, ibu siti memiliki jadwal untuk masuk di kelas XII IPS 1, tidak ada yang di persiapankan oleh ibu siti karena hari ini bakal ada persentasi tugas oleh siswanya.

Sebelum memulai pelajaran ibu siti membiasakan untuk mengajak siswanya berdiskusi tentang semua masalah dan fenomena sosial yang ada yang dapat di kaji dalam mata pelajaran sosiologi, tidak lama memang biasanya hanya sekitar 10 sampai dengan 15 menit. Kali ini susi seorang siswa yang terbilang sangat pemalu ini bertanya kepada bu siti dengan nada yang cukup semangat dan diskusi di dalam kelas pun terjadi:

“bu, saya mau Tanya ?”

“ ya silahkan, mau Tanya apa y sus?”

“begini bu, sekarang kita lihat phenomena korupsi di negeri ini sangat mengkuatirkan, para pemimpin yang seharusnya menjadi menjadi pengatur dan pengontrol agar tidak terjadinya kesewenang – wenangan di antara manusia yang ia pimpin malah ikut teribat langsung dalam  dalam menjalankan aksi kesewenang – wenangan tersebut. Kita lihat banyak para pemimpin kita di tingkatan eksekutif, legislative dan yudikatif terseret kasus korupsi yang nota bene  merugikan banyak orang. Kekuasaan dalam kepemimpinan bu, sekarang banyak di salah arti kan.”

“jadi sebenarnya kamu mau tanya apa sih sus?” potong ibu siti sambil tersenyum.

“yang mau saya Tanya bu, apakah dalam sebuah kepemimpinan menyalahgunakan kekuasaan itu merupakan hal yang salah ?”

Sambil tersenyum ibu siti menjawab: “ya itu merupakan hal yang salah, seperti yang ibu katakana tadi pemimpin harus bisa bertindak dan bersikap netral dan menjaga supaya tidak ada tindak kesewenangan yang dapat merugikan orang banyak di antara masyarakat/kelompok manusia yang ia pimpin. Dalm Al-Qur’an sendiri Contoh kepemimpinan yang baik itu di gambarkan dalam diri seorang Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim As. Mengertikan sus ?”

Susi mengangguk dengan penuh hormat, namun dari ujung kelas bambang mengangkat tanggan sambil berkata ; “izin bicara bu”

“ya silahkan bang,” sambut ibu suti.

“apa yang ibu bilang itu memang benar, contoh kepemimpinan terbaik ada dalam diri seorang rosullallah Muhammad SWA dan juga Ibrahim As. Tetapi bu, sebenarnya ini bukan perkara boleh atau tidak boleh, salah atau tidak salah dalam menyalah gunakkan kekuasaan tersebut, karena apa? Saya sendiri melihat masyarakat bangsa ini sangat setuju jika pemimpinan mereka melakukan tindakan kesewenang – wenangan selama memimpin, seperti kita ketahui bersama dalam kajian agama jika hal itu dilakukan akan menimbulkan dosa bagi pemimpin tersebut dan dapat mengundang bencana bagi banyak orang yang mereka pimpin selama ini,”

“dari mana kamu tau kalau kebanyakan masyarakat bangsa ini menyetujui prilaku pemimpinnya yang seperti itu?” potong ibu siti secara tidak sabar.

“loh kita lihat saja bu, setiap senin hampir semua anak bangsa mulai dari tingkatan pelajar, pegawai sipil dan militer di negeri ini mendoakan supaya tuhan mengampuni dosa para pejuang bangsa dan dosa para pemimpin bangsa. Bukankah akhirnya bu, hal inilah yang membuat para pemimpin kita tidak merasa takut dalam melakukan tindakan apapun karena mereka tau kalau hampir semua masyarakat yang mereka pimpin akan mendoakan mereka supaya tuhan mau mengampuni atas segala dosa – dosa yang telah mereka perbuat.”

Ibu siti tersenyum lebar dan seluruh kelas tertawa mendengarkan argument yang di keluarkan oleh bambang yang memang sudah terkenal sebagai murid yang suka berbicara ngawur tetapi syarat makna.

Melihat situasi semua orang dalam kelas yang tidak mengaminkan argumentnya bambang kembali berbicara; “apakah ada yang salah dari argument yang saya ucapkan ? bu, tolong beri saya penjelasan tentang hal itu.”

“tidak ada yang salah dari apa yang kamu ungkapkan bambang, tetapi kebanyakan orang memandang itu bukan sebagai suatu hal yang menarik untuk di amati, namun terus terang saya bangga terhadap kamu, doa dalam upacara adalah suatu hal yang syarat makna dan kamu telah memperhatikan itu serta menjadikannya sebagai sebuah fenomena sosial baru dalam kehidupan bangsa yang sekarang ini, yang memungkinkan kita untuk merubah isi dari pada doa tersebut.” Ibu siti meneruskan

“jadi anak – anak sekalian, apa yang dikatakan bambang boleh jadi menjadi bahan untuk kita pikirkan, mungkin kerena hal itu para pemimpin di Negara kita ini tidak takut dalam melakukan tindakan yang bisa merugikan banyak orang seperti korupsi, kolusi dan nepotisme. Kelak jika kalian jadi pemimpin di negeri ini khususnya kamu bambang, kalian harus menghindari jauh – jauh dengan yang namanya korupsi, kolusi dan nepotisme itu, keadilan harus kalian tegakkan bahkan untuk diri kalian sendiri jika kalian melakukan hal yang dianggap salah. Karena hanya dengan itu interaksi sosial yang baik dapat terjaga. Sudah kita tutup diskusinya sampai disini dulu, sekarang mari persentasikan hasil tugas kalian, kelompok mana yang ini maju lebih dulu?”

***

            Tanpa di sadari, argument bambang tersebut menimbulkan pertanyaan yang besar dalam diri kita sendiri, benarkah selama ini ternyata kita secara tidak langsung telah memohon kepada tuhan untuk mengampuni dosa para pemimpin kita yang terbelit dengan banyak kasus yang memalukan itu ? Argument bambang juga mengisyaratkan kita untuk berpikir apakah teks doa dalam setiap kegiatan upacara perlu di ganti atau tidak ? ah, cuman sebagian orang yang mungkin dapat menjawab pertanyaan – pertanyaan ini.

One thought on “Risalah Hari senin,”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s