GERAKAN MENABUNG UNTUK JAMINAN SOSIAL II (sebuah idea dan gagasan)

“gerakan menabung untuk jaminan sosial setidaknya dapat mampu memecahkan beberapa persoalan yang ada, karena gerakan menabung ini adalah gerakan yang mana pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam menciptakan jaminan sosial yang berkelanjutan dan dapat diakses oleh siapa saja.”

untuk mereka

 

Kondisi Sistem Jaminan Sosial di Indonesia saat ini.

Dapat kita ketehui berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa di Indonesia saat ini baru sekitar 95,1 juta atau sekitar 43% dari 220 juta penduduk Indonesia yang tercakup oleh berbagai sekema jaminan kesehatan dimana sekitar 17% adalah pekerja formal dan pegawai negeri sipil sisanya adalah kelompok rakyat miskin yang tercakup sekema “semi formal” seperti jamkesmas dan JPKM artinya masih ada sekitar  57% (157 juta) penduduk Indonesia yang belum tercakup oleh jaminan kesehatan. Untuk mengatasi itu pemerintah mengeluarkan aturan sistem jaminan sosial nasional yang kemudian kita kenal dengan SJSN yang terangkum dalam UU No. 40/2004.

Dalam UU No.40/2004 ini jenis program jaminan sosial yang hendak diselenggarakan meliputi:

  1. Jaminan kesehatan: yaitu program yang diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial dan ekuitas, Yang tercantum dalam Bab VI, Pasal 19 ayat 1. Tujuanya adalah memberikan manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang tercantum dalam Bab VI, Pasal 19 ayat 2.
  2. Jaminan Kecelakaan Kerja: yaitu program yang di selenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip asuransi sosial, yang tercantum dalam Bab IV Pasal 29 ayat 1. Tujuannya adalah agar peserta memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dan santunan uang tunai apabila seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja atau menderita penyakit akibat kerja yang tercantum dalam Bab IV Pasal 29 ayat 2.
  3. Jaminan Hari Tua: yaitu program nasional yang bersistemkan asuransi sosial atau tabungan wajib, dengan tujuan untuk menjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia, yang diatur dalam Bab IV Pasal 35 ayat 1 dan 2.
  4. Jaminan Pensiun: yaitu program nasional yang dilaksanakan berdasarkan prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib. Tujuannya adalah mempertahankan derajat kehidupan yang lajak pada saat perserta kehilangan atau berkurangnya penghasilan karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat total tetap. Yang diatur dalam Bab IV Pasal 39 ayat 1, 2, dan 3). Manfaat jaminan pensiun diberikan setiap bulan kepada para peserta yang telah memenuhi pembayaran iuran selama lima belas tahun sesuai dengan pola yang di terapkan. Apabila peserta meninggal sebelum masa iuranlimabelas tahun, ahli warisnya tetap menerima manfaat jaminan pensiun berdasarkan prinsip asuransi.
  5. Jaminan Kematian: yaitu program nasional yang dilaksanakan secara nasional berdasrkan prinsip asuransi sosial. Tujuannya adalah untuk memberikan santunan kematian yang dibayarkan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia. Yang diatur dalam Bab IV Pasal 43 ayat 1 dan 2.

Program dari sistem jaminan sosial nasional diatas memang sudah cukup baik tetapi ada beberapa hal yang menjadi persoalan untuk mewujudkan terselenggaranya program sistem jaminan sosial nasional yang berdasarkan UU No.40/2004.Adapun beberapa masalah yang muncul adalah adanya perbedaan presepsi di kalangan pemerintah pusat dan daerah hal ini di karenakan belum keluarnya peraturan presiden dan keputusan presiden mengenai Dewan Jaminan Sosial Nasional walaupun UU tersebut sudah terbit dari beberapa tahun yang lalu. Belum lagi adanya upaya untuk melakukan “Judical-review” terhadap UU No.40/2004, yang dapat berpengaruh terhadap pelaksanaannya.

Belum lagi terkait dengan otonomi daerah, khususnya UU No.32/2004 dimana pemerintah daerah juga memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan program jaminan sosial, Ditambah lagi beberapa daerah ingin membentuk Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial. Dan belum pernah ada hitungan yang dapat diterima semua pihak berapa sebenarrnya biaya yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan sistem jaminan sosial nasional, bahkan untuk satu program jaminan kesehatan saja belum ada perhitungan resmi yang bisa menjadi acuan.  Lalu muncul lagi pertanyaan berikutnya berapa premi per orang dan bagaimana cara pengumpulan preminya. Lalu dikumpulkan ditingkat mana dan dimana?

Adasatu hal yang menarik bahwa program jaminan sosial sekarang ini belum bisa mencakup seluruh aspek masyarakat, sehingga tampak di perrmukaan adalah bahwa sistem jaminan sosial nasional hanya di peruntuhkan bagi mereka yang termasuk dalam PNS, TNI dan POLRI serta bagi para pekerja swasta lainnya yang tergabung dalam Jamsostek. Lalu bagaimana dengan masyarakat umum yang ada disini, seperti para pengusaha, kontraktor, para wirausaha, pedagang kakilima, nelayan, petani, dan lain-lain.

Jadi dapat disimpulkan bahwaIndonesiasaat ini masih menghadapi dua masalah pelik, yaitu bagaiman dapat memperluas cakupan program jaminan sosial dan bagaimana dapat membiayai program jamian sosial secara berkelanjutan. oleh karena itu gagasan tentang program gerakan menabung untuk jaminan sosial ini menjadi sebuah harapan yang dapat memecahkan persoalan persoalan yang ada, khususnya tentang masih banyaknya masyarakat yang belum tercakup dalam sistem jaminan sosial yang dibuat oleh pemerintah.

Efek yang dihasilkan dari Gerakan Menabung untuk Jaminan Sosial

Kita semua tau kalau pemerintah mempunyai banyak program bantuan dalam kegiatan pembangunan sosial untuk peningkatan kesejahteraan, salah satunya adalah program yang menyangkut tentang jaminan sosial (social security). Seperti kita ketahui bersama bahwa jaminan sosial selama ini hanya dimiliki oleh pengawai dipemerintahan saja seperti PNS, TNI, dan POLRI yang tergabung dalam Askes dan para pekerja atau pegawai swasta yang tergabung dalam Jamsostek.

Sedangkan disisi lain masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan jaminan sosial, walaupun sebenarnya pemerintah sudah membuat program Jamkesmas (Jaminan kesehatan masyarakat) yang diperuntuhkan untuk masyarakat miskin. tetapi jamkesmas itu sendiri hanya mencakup jaminan kesehatan saja, didalamnya tidak ada jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian, karena berdasarkan UU No.40 tahun 2004 kelima poin tersebut haruslah di penuhi untuk sebuah jaminan sosial jadi tidak hanya di bidang jaminan kesehatan saja. Belum lagi mutu pelayanan yang diberikan dari jamkesmas masih terkesan buruk, dan di banyak kejadian sebenarnya yang dapat mengakses jamkesmas hanyalah orang-orang yang berkemampuan saja. Yang akhirnya membuat program ini menjadi sia-sia.

Lepas dari itu semua gerakan menabung untuk jaminan sosial setidaknya dapat mampu memecahkan beberapa persoalan yang ada, karena gerakan menabung ini adalah gerakan yang mana pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam menciptakan jaminan sosial yang berkelanjutan dan dapat diakses oleh siapa saja. Yang mana program ini nantinya juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi beban APBN yang selama ini hanya menjadi beban pemerintah saja. Perlu diketahui bahwa program ini selain memberikan jaminan sosial juga akan mencegah kemungkinan ledakan sosial di tahun 2015, ketika sekitar 20 juta manusia usia lanjut (di atas 60 tahun) tidak memiliki jaminan sosial dan jaminan kesehatan.

Pada saat itu penduduk Indonesia yang berusia diatas 60 tahun merupakan 11% penduduk Indonesia, jumlahnya sekitar 24,5 juta. Sebagian besar lansia itu dalam sistem jaminan sosial yang berlaku sekarang ini tidak jaminan kesehatan dan jaminan pensiun karena program Jamsostek tidak mencakup kedua hal tersebut. Selain dapat mengatasi ledakan sosial di tahun 2015, program gerakan menabung untuk jaminan sosial ini juga nantinya dapat membentuk kemandirian bangsa dalam melakukan pembanguan sosialnya. Dan yang paling utama adalah terbentuknya masyarakat yang memiliki jaminan sosial secara keseluruhan disemua sisi kehidupannya, tidak hanya dibidang kesehatan saja. Tetapi meliputi juga jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian. Sehingga harapan pemerintah tentang Indonesia sejahteraan tahun 2020 dapat terhujud dengan cepat.

Pihak-pihak yang dapat membantu dalam kegiatan ini adalah:

  1. Pemerintah pusat: sebagai pendamping dan pembantu dalam pemberian dana jaminan
  2. Department sosial: merupakan perpanjang tanganan pemerintah pusat yang dimana posisinya sebagai pengawas jaminan sosial yang nantinya diberikan melaui bank.
  3. Bank Pemerintah yang ditunjuk/ bisa juga bank pemerintah daerah: sebagai tempat terkumpulnya tabungan masyarakat dan juga sebagai tempat pengambilan jaminan sosial.
  4. Masyarakat: sebagai penabung jaminan sosial dan penerima jaminan sosial.

Langkah-langkah dalam Gerakan Menabung Untuk Jaminan Sosial

Dari hal diatas adapun langkah-langkah sterategis yang  harus diilakukan agar mempermudah tercapainya tujuan yang diiinginkan. Adapun langkah awalnya adalah dengan membuat syarat-syarat yang akan di berlakukan terhadap peserta untuk pembukaan gerakan menabung untuk jaminan sosial antara lain adalah:

  • Warga NegaraIndonesia
  • Usia 18 sampai dengan 70 tahun
  • Bersedia mematuhi dan mengikuti segala aturan dan ketentuan yang berlaku dan telah disepakati
  • Mematuhi segala ketentuan hukum yang berlaku di Negara kesetuan RepublikIndonesia

Adapun hak dan kewajiban untuk perserta yang mengikuti program gerakan menabung untuk jaminan sosial adalah:

  • Membuka tabungan di bank yang telah di tentukan, mengisi formulir dan menandatangani kontrak yang telah disepakati
  • Setiap perserta di wajibkan membayar iuran Rp.50.000,-/bulan.
  • Dinyatakan sebagai seorang perserta yang aktif apabila telah membayar iuran selama tiga bulan, dan apabila selama enam bulan berturut-turut tidak membayar iuran maka peserta dianggap tidak aktif lagi dan uang tabungan dapat diambil sesuai dengan jumlah yang ada tanpa ada pemotongan sedikit pun.
  • Apabila peserta sewaktu-waktu ingin berhenti dalam program ini maka uang peserta tersebut akan dikembalikan berdasarkan jumlah yang telah ia tabung tanpa adanya pemotongan sedikitpun.
  • Perserta berhak mendapatkan/menerima jaminan sosial berupa:
    • Jaminan kesehatan, (dengan catatan apabila telah mengikuti dan membayar iuran selama enam bulan pertama tertanda sejak awal masuk menjadi perserta)
    • Jaminan kecelakaan kerja, (dengan catatan apabila telah mengikuti dan membayar iuran selama satu tahun, tertanda sejak awal masuk menjadi perserta)
    • Jaminan hari tua, (dengan catatan apabila telah mengikuti dan membayar iuran selama satu tahun tiga bulan tertanda sejak awal masuk menjadi perserta, jaminan ini berupa bantuan  sumbangan berupa tambahan 50% dari total tabungan yang telah dimiliki perserta)
    • Jaminan pensiun, (dengan catatan apabila telah mengikuti dan membayar iuran selama satu tahun enam bulan tertanda sejak awal masuk menjadi anggota peserta, jaminan ini dapat di ambil apabila peserta telah memasuki usia 70 tahun setelah dinyatakan sebagai anggota tidak aktif lagi. Jaminan berupa total keseluruhan tabungan yang di miliki pesrta selama menjadi anggota gerakan menabung untuk jaminan sosial)
    • Jaminan kematian, (dengan catatan apabila telah mengikuti dan membayar iuran selama tiga bulan tertanda sejak awal masuk menjadi anggota, jamnian ini hanya berupa bantuan sumbangan berupa tambahan 25% dari total tabungan yang dimiliki perserta, yang diserahkan kepada ahli waris berserta total tabungan yang dimiliki perserta yang telah meninggal)

Keluarga peserta tabungan juga mendapat jaminan sosial dari tabungan ini, adapun yang mendapatkan jaminan adalah:

  • Istri/suami
  • Tiga anak pertama yang terdaftar sebagai anggota keluarga.

Selain itu untuk dapat menjalankan program ini, hendaklah pemerintah dan pihak bank melakukan sosialisasi kemasyrakat baik melalui media masa, elektornik, brosur maupun baleho-baleho. Untuk itu nantinya bank akan membuka stant khusus di bank tersebut yang hanya di peruntuhkan bagi nasabah program gerakan menabung untuk jaminan sosial ini yang tidak bergabung dengan nasabah tabungan lain. dan setiap setan tersebut di awasi oleh satu orang pekerja dari dinas sosial yang berfungsi sebagai pengawas kegiatan program tersebut. Dan untuk mempermudah masyrakat mengakses program ini maka bank diharapkan juga membuka konter atau stant-stant diberbagai tempat-tempat strategis seperti: dikantor kelurahan, atau pasar dan swalayan sebagai tempat mendaftar untuk mengikuti program gerakan menabung untuk jaminan sosial ini.

Walaupun terlihat sulit di kerenakan setiap orang harus membayar 50.000,- per-bulan tetapi sebenarnya yang perlu diingat adalah dibanyak Negara program jaminan sosial dimulai dan dapat terselenggara dengan pendapatan per kapita lebih dari US$ 2.000, Jerman memulai program asuransi kesehatan sosial saat pendapatan perkapita US$ 2.237,AustriaUS$ 2.420 dan Jepang US$ 2.140. walaupun sebenarnya pendapatan per kapita kita saat ini mulai menginjak US$ 2.000 meski demikian struktur ekonomi terutama sector formal memang harus diperkuat lagi. Karena itu harapan kita adalah bagimana masyarakat menengah dan atas berpartisipasi dalam  program ini kemudian secara bertahap masyarakat miskin dan hampir miskin mendapatkan manfaat dari program ini melalui peminjaman kredit di bank dengan bunga yang murah karena dampak  dari banyaknya masyarakat yang menabung dibank sehingga mereka juga kemudian dapat mengikuti program ini kedepannya.

Lepas dari itu semua ada beberapa aspek yang harus dilihat dan dipertimbangkan dari bentuk tabungan ini. Pertama, pelaksanan program gerakan menabung untuk jaminan sosial ini harus dapat diselenggarakan dengan penuh kehati-hatian, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan karena terkait dengan kebutuhan masyarakat. Kedua, program gerakan menabung untuk jaminan sosial ini bersifat not for profit, sehingga peserta tidak mendapatkan tambahan bunga bank dan juga bank tidak berhak memberlakukan pemotongan biaya administrasi. Ketiga, peran Negara sebagai pemodal awal bantuan program gerakan menabung untuk jaminan sosial. Ketiga hal ini merupakan hal yang penting untuk dijadikan prinsip awal atau dasar pijakan dari sebuah program gerakan menabung untuk jaminan sosial. Sehingga kedepannya program ini dapat berjalan secara lancar.

KESIMPULAN

  1. Program gerakan menabung untuk jaminan sosial merupakan program yang dilakukan dan dijalankan oleh masyarakat dan dibantu oleh pemerintah dengan cara menabung uang mereka setiap bulan ke bank, sehingga dengan tabungan yang mereka buat tersebut dapat membantu mereka dalam mendapatkan jaminan sosial sepajang meraka hidup dan tetap menjadi anggota gerakan menabung ini.
  2. Oleh karena itu pemerintah harus melakukan sosialisasi tentang gerakan menabung ini kepada masyarakat baik melalui media masa, media elektornik, instansi pemerintahan yang terkait atau melalui bank pemerintah yang telah ditunjuk sebagai pelaksana gerakan menabung ini.
  3. Harapan yang ingin dicapai dari program ini adalah terbentunya masyarakat yang aman dari segala bentuk kerentanan sosial yang dapat membuat hidup mereka tenang dan nyaman sehingga apa yang dimaksud selama ini dalam sosial security dapat terpenuhi. Selanjutnya dengan terbentuknya tabungan jaminan sosial bagi masyrakat ini maka terbentuk jugalah tabungan nasional yang besar sehingga dapat berpengaruh terhadap keuangan Negara, kemandirian bangsa dan kemampuan domestik dalam membiayai pembangunan. Dalam jangka dekat adalah terbentuknya masyarakat yang terjamin dalam pemeliharaan kesehatan.

 

Tulisan ini pernah diikutkan dalam lomba PKM-GT pada tahun 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s