sekilas tentang Therapeutic Community

Therapeutic Community adalah sekelompok orang yang mempunyai masalah yang sama dan mereka berkumpul untuk saling membantu dalam mengatasi masalah yang dihadapinya, atau dengan kata lain disebut “men helping man to help him self”  yaitu seseorang menolong orang lain untuk menolong dirinya sendiri.

Dalam hal ini T.C mempunyai konsep yaitu dengan adanya keyakinan bahwa;

  1. Setiap orang bisa berubah
  2. Kelompok dapat mendukung untuk berubah
  3. Setiap indiviidu harus bertanggung jawab
  4. Program yang terstruktur dapat menyediakan ingkungan aman dan kondusif bagi perubahan
  5. Berpartisipasi aktif
  6. Memiliki rasa penerimaan yang tinggi
  7. Mau hidup bersama community
  8. Sadar bahwa setiap orang itu punya kemampuan
  9. Jika ikhlas akan mendapat kebaikan
  10. Komitment yang tinggi dan stabil pada diri residen.

 

 

Untuk itu T.C mempunyai aturan  pokok/dasar (Cardinal Rules)

  1. No drugs or mood altering chemicals

tidak ada penggunaan napza atau penggunaan obat-obatan pengganti.

  1. No physical violence or threat of violence.

tidak ada kekerasan fisik atau tindakan yang mengarah pada kekerasan

  1. No sex or sexual acting out.

tidak ada aktivitas sex atau tindakan yang berkaitan dengan sexualitas

 

Guna mendukung itu semua T.C mempunyai 4 katagori struktur dalam program T.C itu sendiri yaitu:

  1. Behaviour Management / Shaping (pembentukan tingkah laku) yaitu perubahan perilaku yang Diarahkan pada peningkatan kemampuan untuk mengelola kehidupannya sehingga terbentuk Perilaku yang sesuai dengan nilai – nilai, norma-norma kehidupan masyarakat.

Dimana residen mempelajari teknik – teknik yang menggunakan Tool Of The House secara benar. Adapun isi dari Tool Of The House sebagai berikut:

 

  1. Confrontasion; perbuatan biasa sehari – hari, menanyakan persoalan seperti selamat pagi, apa kabar?

 

  1. Pull Up

Bagi menyarankan tentang sikap – sikap negative, mendesak kesadaran dan perubahan serta merta dalam tingkah laku.

 

  1. Spoken to

Yaitu merupakan salah satu sessi therapy, dimana dilakukan kepada resident dari resident untuk resident, dengan memberikan peringatan pertama dan kedua dari kesalahan yang dilakukan komunitas yang ada di facility. Dilakukan didalam ruangan tertutup oleh C.O.D

 

  1. Dealt With

Yaitu merupakan sessi lanjutan dari spoken to yang pernah dilakukan oleh resident, bukan peringatan lagi namun sudah berbentuk task man atau konsekuensi yang didapat dari perbuatan yang dilakukan. Dalam sessi terapy ini ada team pelaksana yang dilakukan oleh resident sendiri dariresident untuk resident. Di sessi ini ada moderator yang diwakili dari staff atau special function atau back up mayor on duty, antara lain :

1 staff atau 1 sf atau 1 back up selaku moderator 2 panelist dari resident

 

  1. Haircut

Yaitu merupakan sessi lanjutan dari Dealth with yang pernah dilakukan oleh resident, bukan peringatan lagi namun sudah berbentuk task man atau konsekuensi yang didapat dari perbuatan yang dilakukan. Dalam sessi therapy ini ada team pelaksana, yang dilakukan oleh resident sendiri dariresident untuk resident. Di sessi ini ada moderator yang diwakili dari staff atau special function atau back up mayor on duty, antara lain :

1 staff atau 1 sf atau 1 back up          selaku moderator

4 panelist dari resident ( Comfont, Blast, Sarcastic, Petch up)

 

  1. Learning experience

Yaitu suatu cara untuk memberikan kesadaran dan pengajaran kepada residen tentang tingkah lakunya yang negatif.

 

  1. Encounter Group

yaitu suatu pertemuan kelompok yang diikuti oleh seluruh resident untuk mengungkapkan perasaan marah, kesal, kecewa terhadap resident yang lain sesuai dengan aturan yang ada dalam program. Kegiatan ini membawa perubahan antara lain : Menghindari adanya bentuk kekerasan fisik sesama resident Menghilangkan rasa kesal, kecewa, marah yang terjadi diantara resident Resident ampu mengendalikan perasaannya Resident mampu melihat suatu kondisi obyektif kmunitas.

 

  1. Evaluation

Apabila seorang residen telah menunjukkan kesediaannya untuk melepaskan clean up atau naik pangkat dalam struktur rumah, dimana dia akan dinaikan oleh staf dan teman sebayanya.

 

  1. Job Change

Apabila seorang residen naik pangkat dalam struktur rumah berdasarkan sebab – musabnya sendiri atau satu tindakan klinikal oleh staf.

 

  1. Initial interview

Apabila seorang residen baru yang dikendalikan oleh seorang staf untuk mempelajari konsep T.C dan peraturan – peraturan dalam rumah.

 

  1. Pre morning meeting

Apabila para residen member feedback tentang sikap residen lain dan masalah dalam rumah dan cara penyelesaiannya.

 

  1. Morning Meeting

Merupakan salah satu komponen utama yang harus dilaksanakan setiap pagi hari dalam mengawali kegiatan residen / klien dan diikuti oleh seluruh residen / klien.

Merupakan suatu forum komunikasi antara residen / klien, untuk membangun nilai-nilai kehidupan yang berdasarkan dengan konsep Therapeutic Community, baik yang tertulis ( Philosophy/ the creed, ardinal rules, 4 structure of the hause, 5 pilar of the house, pull up board, tolls board) maupun tidak tertulis (unwritten phylosopy, all group session, initial interview, confortation, sarcastic, blast, petchup).

 

 

 

  1. Static Group

yaitu suatu pertemuan kelompok kecil yang didampingi oleh seorang counselor static atau pekerja sosial atau pembina, dalam upaya perubahan perilaku resident secara individu. Pertemuan ini membahas berbagai permasalahan kehidupan yang lalu dan sedang berjalan. Kegiatan ini membawa perubahan antara lain : Tumbuhnya kepercayaan antara sesama resident dan Staff Tumbuh rasa percaya diri resident serta Resident mulai mampu mengidentifkasi dan memecakan semua permasalahan yang terjadi dalam dirinya dalam bentuk komitmen diri.

 

  1. Caseload

Yaitu suatu komunitas teman sebaya menilai sebab musab dan syarat – syarat seorang individu itu sebelum ianya mendapat home leave atau business pass

 

  1. Post Request

Suatu komunitas teman sebaya dimana seorang individu didalamnya akan berbagai pengalaman dan hasilnya dari home leave atau business pass

 

  1. General meeting

Respon pada tingkah laku yang serius dan membahayakan komunitas dan menimbulkan krisis.

 

  1. House Meeting

Suatu perjumpaan family untuk membicarakan permasalahan yang timbul didalam komunitas seperti norma – norma, pelaksanaan peraturan baru dan lain – lain.

 

  1. Exsended Group

Suatu komunitas terpilih yang berjalan kurang lebih 12-16 jam, untuk mengorek permasalahan individu.

 

  1. Marathon

Satu komunitas terpilih yang berjalan kurang lebih 42 – 72 jam untuk mengorek permasalahan seorang individu itu dengan lebih dalam.

 

  1. Emotional / Psychological (pengendalian emosi dan jiwa) yaitu perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan kemampuan penyesuaian diri secara emosional dan psikologis, seperti murung, tertutup, cepat marah, perasaan bersalah, dan lain-lain kearah perilaku yang positif Seperti yang tercantum dalam Unweritten Phylosophies. Emotional / Psyhological Ini dapat dilakukan melalui static group, teguran rekan sebaya.

 

  1.  Intelectual / Spiritual ( Pengembangan pemikiran dan kerohanian) yaitu perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan aspek pengetahuan sehingga mampu menghadapi dan mengatasi tugas-tugas kehidupannya serta didukung dengan nilai-nilai spiritual, etika, estetika, moral dan sosial. Residen diberikan pendidikan melalui seminar, diskusi tentang bahaya narkoba, member contoh, rekreasi dan penerapan nilai – nilai agama.

 

Dalam hal ini penerapan nilai – nilai agama diberikan seminggu sekali berupa ceramah agama oleh ustad bagi residen/kelayan muslim dan pendeta bagi residen/kalayen non muslim dan ketika jam – jam solat bagi yang non muslim di tugaskan membaca al kitab.

Sedangkan untuk rekreasi diberikan sebulan sekali untuk melihat dan merenungkan alam. Reaksi dibagi dalam dua bagian yaitu; auting ( rekreasi pulang hari) dan Prob (rekreasi menginap).

Dalam teori :

  1.  Vocational / Survival Skill (keterampilan kerja dan keterampilan ( keterampilan kerja dan keterampilan sosial serta kemampuan bertahan hidup) yaitu perubahan perilaku yang diarahkan pada peningkatan keterampilan klien/residen yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari dan tugas-tugas kehidupannya atau dapat juga dikatakan suatu konsep pembelajaran dalam lingkungan sosial dengan berlandaskan keterampilan diri, dimana seorang residen akan dinilai dan disesuaikan dengan peranan dan tanggung jawabnya.

Khusus terpadu: diajarkan untuk dapat mandiri dengan diberikan tugas membersihkan ruangan, mencuci baju, memasak, perawatan dan perbaikan alat – alat dimana tugas – tugas tersebut selalu berganti dalam seminggu sekali.

 

Guna mendukung empat katagori struktur program tersebut diatas maka dibutuhkan lagi lima tonggak dalam program T.C itu sendiri yaitu:

 

  1. Family Milleu Concept (konsep kekeluargaan) yaitu suatu metode yang menggunakan konsep kekeluargaan dan pelaksanaannya untuk menyamakan status di kalangan komunitas agar mampu hidup bersama menjadi bagian dari sebuah keluarga.

Drs.A.W. Widjaja (1986:8) dalam arti kiasan atau “simbol” istilah keluarga juga digunakan untuk segolongan orang yang hidup bersama, atau segolongan orang yang hidup dalam suatu rumah besar (rumah keluarga), kekerabatan.

 

  1. Peer Pressure (Tekanan dari Rekan Sebaya)

yaitu suatu metode yang menggunakan kelompok sebagai alat perubahan perilaku. Proses dimana kelompok menekankan contoh terhadap seorang residen, dengan menggunakan teknik yang ada di dalam therapeutic community

 

  1. Therapeutic CommunityTherapeutics Session (Sesi terapi) yaitu metode yang menggunakan pertemuan sebagai media pemulihan. Berbagai kerja kelompok untuk meningkatkan harga diri dan perkembangan pribadi dalam rangka membantu proses pemulihan

Paul B.Horton dan Chester L. Hunt (1987:240) mengatakan bahwa kelompok pengobatan diri sendiri (Therapeutic Self-Help Groups) mengubah orang korban dari korban tidak berdaya menjadi mampu mengendalikan hidupnya.

 

 

 

  1. Religion session (Sesi Agama)

yaitu suatu metode yang memanfaatkan pertemuan-pertemuan keagamaan / kerohanian, untuk meningkatkan nilai-nilai kepercayaan atau spiritual klien / residen.

  1. Role Modelling (keteladanan) yaitu suatu metode yang menggunakan tokoh / figur model sebagai panutan. Proses pembelajaran dimana seorang residen belajar dan mengajar mengikuti keteladanan mereka yang sudah sukses.

Khusus untuk terpadau: figure model yang dijadikan sebagai panutan adalah Chif, Head Of Department (H.O.D) dan Kepala Gastronomi. Mereka yang mendapatkan jabatan atau posisi seperti yang disebutkan diatas dianggap sudah memiliki tingkah laku baik yang dinilai melalui observasi konselor dengan melihat kelakuan residen sehari – hari. (tidak berbohong, suka membantu kawan dan tidak merokok sembarangan).   

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s