Seribu bintang dan sejuta pertanyaan

Malam selalu saja menggambarkan kegelapan,

Hamparan bintang terkadang muncul untuk menjadi hiasan lagit yang gelap.

Suara bising jangkrik, deru napas pak tua yang sedang tidur, tangisan banyi yang terbangun, serta jeritan para penonton sepak bola menjadi teman dalam menikmati malam.

Kupu-kupu malam berkeliaran dipinggir jalan, menjanjikan     cinta yang prakmatis.

Laki-laki hidung belang selalu saja menjadi penikmatnya.

Para istri bangun dan mendoakan suaminya setelah selesai solat tahajud.

Malaikat bimbang, apakah harus menerima doa sang istri yang suami berhidung belang,

Ah, tuhan, hanya tuhan, … … …

Laki-laki paruh baya menulis kejadian itu dalam sebuah blog,

Dan tuhan juga tau apa maksudnya.

akhirnya Malam dengan seribu bintang selalu saja meninggalkan sejuta pertanyaan yang belum sempat terurai,

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s