Kelahiran dan Kain Kafan

Sudah jam 16:30 dan ini adalah bayi yang terlahir terakhir di rumah sakit hari ini. Sudah ada sembilan bayi yang lahir dari perut ibu-ibu muda. Ada tiga bayi merupakan anak pertama, empat bayi merupakan anak kedua dan dua bayi merupakan anak ketiga dari tiap pasang insan rumah tangga.

Hukum kehidupan memperlihatkan kenyataan yang tak terbantahkan bahwa setiap bayi yang lahir ke dunia selalu dengan keadaan telanjang tanpa seutas busana sekalipun. Walaupun dibanyak kesempatan ada beberapa bayi yang lahir terbungkus dengan usus ataupun semacam kulit yang membalut sekujur tubuh sang bayi tetapi itu tetap saja bukan merupakan pakaian untuk sang bayi.

Setelah itu, para bayi baru dibungkus kain bedung untuk melindungi tubuh dari dinginnya udara dunia. Gurita, popok, baju bayi dan lain-lain adalah bagian dari alat pembalut tubuh sang bayi. Kemudian pakaian menjadi sebuah kebutuhan pokok bagi manusia. Para bayi berubah menjadi manusia dewasa. Manusia yang harus memenuhi segala kebutuhan hidup. Pakaian sebagai alat pelindung tubuh dan penutup aurat dijadikan sebagai sebuah identitas. Merk, model, bahan, dan tren menjadi sebuah keharusan yang harus diikuti oleh sebagian dari mereka yang menjadi pecinta lifestyle.

***

            Setengah abad kemudian, sepulangnya jamah solat subuh dari masjid terdengar suatu pengumuman berita duka cita dari nazir masjid. Diumukan seorang pria paruh baya meninggal dunia subuh tadi dan akan dikebumikan sore nanti setelah solat asar. Masyarakat setempat berbondong-bondong untuk bertakjiah di rumah duka. Jenazahpun mulai menjalankan proses pemakaman mulai dari dimandikan, dikafankan, disolatkan dan yang terakhir dikebumikan.

Menarik, ketika jenazah selesai dimandikan maka jenazah segera dikafankan sebelum di solatkan dan dikuburkan untuk kembali ke sang pencipta. Pakaian yang menjadi kebutuhan pokok manusia dan membentuk identitas kelas sosial tadi secara langsung harus ditinggalkan dan digantikan hanya dengan kain kafan sebagai pembalut tubuh. Pertanyaan muncul, apa yang harus dibanggakan jika ketika anak manusia lahir ia telanjang dan ketika ia meninggal dunia, ia hanya memakai kain kafan. Tentu sang khalik mempunyai jawaban atas ini. dan semua dari kita mengakui itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s