Coretan dan Tanda Keresahan

Sudah dua hari ini (18-19 april 2012) mereka para siswa SMA/SMK telah mengakhiri masa sekolahnya. kebanyakan  dari mereka merayakannya dengan mencoret baju seragam sekolah yang mereka pakai.

Entah apa maksudnya, namun yang jelas ini sudah menjadi budaya sejak dulu bagi para siswa SMA/SMK yang telah selesai mengikuti ujian nasional. mungkin jika dilihat lebih jauh bisa saja ini merupakan suatu bentuk penyampaian ekspresi bagi para siswa.

ekspresi yang bisa saja muncul atas rasa kebahagian karena sudah lepas dari belenggu tugas-tugas sekolah, atau atas rasa kesedihan karena harus berpisah dengan teman-teman sekolah, atau ekspresi ini muncul atas dasar keresahan karena setelah ini tidak tau harus kemana.

Ya, untuk ekspresi yang terakhir, selalu saja menjadi problema tersendiri bagi para siswa yang telah tamat sekolah. Apakah nanti mereka dapat melanjutkan kuliah yang membutuhkan banyak biaya? atau mereka harus bekerja, yang sekarang amat sulit untuk dicari. apalagi kebanyakan syarat untuk bisa bekerja adalah memiliki izajah S1.

Jika ini memang adalah bentuk keresahan bagi para remaja, tentu bukan perkara gampang untuk mengatasi aksi coret-coret ini. secara prakmatis memang tujuan dari pendidikan adalah menciptakan manusia sebagai pekerja guna memenuhi kebutuhan hidup. Namun tujuan itu tidak terealisasikan dengan baik.

Harus diakui untuk menjadi pekerja di negara yang super payah ini bukan-lah suatu hal yang gampang. Karena kemampuan seseorang terkadang harus terhadang dengan budaya nepotis” anak bangsa. Sehingga akses dan beking yang kuat ditambah uang yang banyak menjadi keniscayaan untuk mereka yang ingin mendapatkan suatu pekerjaan yang layak.

kini, mereka para siswa itu sudah mulai resah. resah akan masa depan yang tak pasti. Perguruan tinggi juga belum dapat menjamin apakah akan adanya harapan pekerjaan ditengah banyaknya penganguran zaman ini. sukur saja jika keresahan itu hanya dilampiaskan dengan cara mencoret-coret baju seragam, rok dan mengecat rambut. jangan sampai keresahan itu dilanjutkan dengan jalan anarkis dan kriminal.

Akhirnya, pertanyaan yang muncul pada benak setiap anak bangsa adalah siapa yang harus bertanggung jawab atas masa depan mereka yang serba tak pasti ini ?

mereka yang resah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s