Meninfesto Layangan

Layangan, kata ini sangat akrab dalam telingan anak Indonesia. Disebagian wilayah Malaya biasa dikenal dengan istilah wau. Sebagai permainan tradisional terdapat berbagai jenis layangan diantaranya: layangan hias, layangan aduan (laga) dan layangan sendaringan (yang dapat mengeluarkan suara karena hembusan agin).
Tidak hanya sebagai sebuah permainan tradisional. Di beberapa daerah nusantara layangan juga digunakan sebagai bahan ritual tertentu, biasanya terkait dengan proses budidaya pertaniaan. Pada abad ke-18 oleh Benyamin Franklin layang-layang digunakan sebagai alat bantu penelitian cuaca. Dimana pada layangan dihubungkan dengan kunci dan Hasilnya ditemukan bahwa petir membawa muatan aliran listrik.
Memainkan layangan bukanlah perkara mudah. Menjaga keselarasan dan keseimbangan adalah kunci pokok dari permainan ini. Selain itu, intensitas angin dan luas lokasi juga harus dipertimbangkan dalam memainkan layangan. Tak pelak, tidak adanya lahan kosong diperkotaan membuat anak-anak kota sudah amat jarangan memainkan permainan tradisional ini. Tingginya bangunan Rumah Toko (RUKO) juga merupakan faktor lain yang harus dicermati.
***
Banyak sejarah mencatat tentang berdirinya suatu negara didasari atas keinginan manusia (masyarakat) agar kepentingan-kepentingan mereka dapat terorganisir dengan baik sehingga terciptanya keseimbangan, kebebasan dan keadilan antara sesama manusia yang ada di dalam.
Untuk mengawal itu idiologi sebagai sebuah alat untuk mencapai keseimbangan, kebebasan dan keadilan bersama dalam masyarakat perlu dirumuskan dan dilaksanakan. Jika Negara kemudian diumpakan layangan maka pada posisi ini idiologi bagaikan sebuah tali pada layangan yang dapat menentukan arah  pergerakan layangan. Jika tali (idiologi) tidak kuat dalam menahan hempasan agin (zaman) maka bersiaplah layangan (negara) akan segera melayang terobang-ambil oleh terpaan angin yang akhirnya jatuh. Sang pemain layangan (pemimpin) mungkin sudah lupa tentang model tali (idiologi) apa yang ia pakai dan ia juga lupa kapan waktu yang tepat untuk menarik atau mengulur tali agar layangan dapat terus berada diangkasa.
Harapan agar layangan dapat terbang lebih tinggi di angkasa luas hanya tinggal hayalan jika pemahaman tentang tali masih samar. Jadi tali apa yang sedang kita pakai ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s