doa

Sang Cahaya.

Biarkanlah aku hadir dalam setiap butiran oksigen yang ada di dunia mu. Sesungguhnya, ketiadaan memunculkan pertanyaan. Lalu, apakah sesuatu yang ada itu harus terlihat dengan kasat mata? Hanya kenyakinan yang mampu menjawabnya, tanpa logika apa-pun.

Ketika mata terpejam, roh memasuki alam baru, ketika itu kita telah tiada. Tidur adalah bagian kecil dari kematian. Kematian adalah awal dari kehidupan. Hidup atas apa yang telah dikerjakan selama kehidupan.

Sang penyair malam terus saja membacakan sajak-sajak gelap kerinduan. Di bawah banyang-banyang sang purnama yang anggun. Oh, surya engkaulah yang menyinari ini semua, engkaulah sumber cahaya kehidupan. Siapa gerangan yang menciptakan-mu sesempurna ini?

Embun pagi yang perlahan jatuh bersama gelapnya malam, menyaksikan bahwa masih ada kehidupan setelah kegelapan. Masih ada harapan cahaya dari pojok timur yang samar. Selama itu pula kita akan mendengarkan suara panggilan menuju kemenangan dari sang bilal subuh.

Ya robbi, jadikanlah hari-hari kami menjadi hari-hari yang menyenangkan. Hari-hari yang penuh dengan keyakinan dan kesukuran.

Ya rahman, rezki-mu sungguh melimpah. Gerakkanlah hati dan tubuh kami untuk menjemputnya dengan jalan yang berkah. Membagi dan menikmatinya secara halal (amin).

doa

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s