Pulang Kampung

Detik jam dinding sudah berhenti berputar, tapi waktu masih terus berjalan. Tak ada kepastian kapan ini semua akan berakhir. Para musafir berhenti di surau-surau, mencari bekal untuk perjalanan pulang kampung yang semakin dekat.

Dari kejauhan, para penguasa masih saja terus memperhatikan mereka yang berani menggadaikan kehidupannya demi mendapatkan bekal untuk pulang. Kemarin, kini dan nanti manusia masih saja terus mencari tanpa sadar adanya waktu untuk berhenti. Berhenti dan menikmati suasana kampung yang telah lama dibangun dari hasil kehidupan.

Para musafir bertanya-tanya, adakah hari yang lebih menyenangkan selain menikmati udara kampung? Tempat di mana kita dulu pertama kali dihidupkan. Wahai sang pemilik waktu, engkaulah yang tau kapan kami harus kembali pulang kesana. Tempat di mana waktu dunia tiada berguna, tempat di mana jabatan sudah tidak penting.

Ya Al Mu’min, tanpa daya apa-pun kami hanya dapat berlindung kepada-mu bahkan sampai kami tiba diperkampungan yang penuh dengan keadilan dan kemegahan itu. Luruskanlah jalan kami pulang. Amin.

Message on Friday

11 januari 2013      

3 thoughts on “Pulang Kampung”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s