Kehidupan Udara dan Udara Kehidupan

Ia lahir dari percampuran empat unsur kimia yaitu helium, nitrogen, oksigen dan karbon dioksida. Di dalam kehidupan bumi ini unsurnya di dominasi oleh 78% , nitrogen, 21%  oksigen, 1% uap air, dan  karbon dioksida, serta gas-gas lainnya.

Seolah tidak ingin dipisahkan oleh kehidupan di bumi, udara memiliki keunikan tersendiri, di mana kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer, maka udara semakin tipis, sehingga jika melewati batas gravitasi bumi maka udara akan hampa sama sekali. Tak heran jika para astronot harus memakai baju yang super lengkap untuk dapat beraksi di luar angkasa yang tidak memiliki udara sama sekali.

Di bumi sendiri, udara memasuki segala bentuk dimensi ruang, walaupun ruang itu terlihat kosong (tidak ada materi sama sekali) tetapi udara tetap ada di sana mengisi kekosongan ruangan itu. Kedatangannya tidak terlihat memang, kehadirannya tidak mempersempit deminsi ruang, tetapi ia dapat dirasakan dan dinikmati apalagi ketika angin membawanya berkeliaran kesana-kemari. Begitulah kehidupan udara.

Melalui angin, udara membawa gelombang suara dan mengantarkannya ketempat yang jauh dan dekat, seperti tukang pos yang bertugas membawa berita. Udara juga yang membawa berbagai aroma, memindahkannya dari satu tempat ketempat yang lain dan membuat manusia menciumnya dari arah datangnya angin. Dan yang terakhir, udara juga yang membawa panas dan dingin yang menjadi sebab maslahat bagi mahluk hidup.

Dan jika ia tidak ada dalam lima menit saja, maka manusia dan mahluk hidup lainnya akan mati dalam seketika. Kini, mereka (udara-udara itu) telah banyak terkotori oleh polusi dari industri-industri kimia, tambang dan juga gas buang kendaraan bermotor. Tanpa sadar, kita menghirupnya setiap kali kita keluar rumah, dan di setiap simpang lampu merah. Kekotoran mereka adalah kesengsaraan kita. Tak jarang ada pesan yang mengatakan bahwa salah satu kenikmatan yang paling besar dalam hidup adalah masih dapat menghirup udara yang terkadang tidak pernah sama sekali untuk disukuri.

***

Salah seorang perserta yang terlibat dalam sebuah acara diskusi motivasi mengatakan di depan forum bahwa ia sangat ingin menjalani hidup seperti udara. Saya sendiri sebelumnya tidak mengerti maksud dari ungkapan tersebut, tetapi setelah dipahami bahwa udara itu amat sangat bebebas bergerak, dan gerakan yang ia lakukan selalu memberikan makna dan hasil yang baik bagi tempat yang ia lewati atau singgahi. Baru saya mengerti, hidup serahusnya seperti udara, memberi tanpa ada yang terkurangi, berkunjung tanpa ada yang terzolimi, dan bergerak untuk selalu memberikan banyak manfaat kepada kehidupan para mahluk. Adakah yang ingin mencoba?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s