Keyakinan yang terlupakan

Ada jutaan ribu wajah yang menghadapmu setiap hari, entah apa yang membuat itu bisa terjadi. Mungkin, sebagai dari mereka menghadapmu atas dasar ketakutan, hukuman-hukuman dan atau imbalan-imbalan akan surga. Ikhlas-kah itu?

Padahal ketika kedua tapak tangan sejajar dengan daun telinga, mereka telah berjanji bahwa semua yang mereka lakukan itu hanya untuk-mu, bukan atas “Reward or Pusnishment”. Sang Khatib masih saja terus bercerita tentang proses terjadinya hari akhir dan skema pembalasan atas segala bentuk perbuatan yang dulu dilakukan. Ribuan wajah-wajah itu pucat dan terperangah, kerena telinga mendengar apa yang tidak bisa dibanyangkan oleh akal.

Hati, dengan penuh ikhlasnya berunjar bahwa beribadah adalah sebuah kebaikan, dan kebikan itu merupakan hal yang penting untuk dikerjakan. Namun, selangkah setelah peribadatan usai mereka lupa atas pesan-pesan untuk selalu berbuat kebaikan.

Ada kenyakinan yang hilang, keyakinan yang sudah menua dihatam oleh kebiasaan-kebiasaan busuk baru. Kebiasaan yang selalu ingin menuntut, kebiasaan yang selalu ingin diikuti dan akhirnya kebiasaan-kebiasaan itu telah menguasai diri sendiri.

Message on friday

18-januari-2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s