Wajah Baru Sang Pemimpin

Setiap detik dan menit wajah-wajah baru muncul dalam keadaan pasrah. Menangis adalah suatu hal yang wajar ketika kebingungan muncul karena tak tau mau kemana dan akan berbuat apa bersama orang-orang yang baru saja dikenal.

Tetapi wajah-wajah baru itu percaya kepada wajah-wajah yang ada disekitarnya, yang mengajarkan ia untuk berbicara dan bersikap, walau cara dan ajaran itu kemudian diketahui salah. Ajaran-ajaran itu kini menua, dan telah menjadi suatu dogma yang  ia sendiri tidak tau dari mana asalnya.

Kini wajah-wajah baru itu mulai kusam dihantam setiap pukulan detik sang waktu. Kekusaman telah memaksa perasaan untuk memberi dogma-dogma yang didapatkan itu kepada wajah-wajah baru yang ia hasilkan melalui sebuah mekanisme percintaan. Wajah baru menjadi korban dari ajaran-ajaran lama yang telah hidup lebih lama dari sang penganutnya.

Maka demi tuhan mu yang maha melihat lagi maha mendengar, sesungguhnya mereka tidak mengetahui kebenaran, tetapi mereka telah membuat wajah-wajah baru itu menjadi hakim dan penentu atas perkara wajah-wajah baru yang mereka pimpin.

Wahai maha pengampun, ampunilah dosa-dosa kami yang telah banyak berdusta. Wahai maha penyayang, sayangilah wajah-wajah baru yang terlahir di muka bumi mu ini, lindungilah mereka dari kedustaan wajah-wajah lama serta jadikanlah mereka pemimpin baru yang jujur bagi wajah-wajah baru nanti.

Aaamiiinn,   Wajah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s