Hukum Gravitasi Newton dan Jama’ah Haji

Dahulu, bagi banyak orang jatuhnya apel ke tanah adalah satu fenomena alam yang biasa. Tetapi tidak bagi Isac Newton. Jatuhnya apel ini kemudian membuat dirinya bertanya apa yang sesungguhnya membuat apel ini jatuh ke tanah? Atas dasar pertanyaan ini Newton kemudian menemukan rumusan atas hukum gravitasi. Hukum ini menyatakan bahwa setiap benda –dengan masa –memiliki gaya tarik menarik dengan benda yang lain.

Temuan hukum gravitasi ini  kemudian dideklarasikan menjadi hukum gravitasi newton dengan rumusan-rumusan yang telah diformulasikan untuk menghitung kekuatan daya tarik dari setiap benda yang saling bereaksi satu sama lain. Dari rumusan dasar inilah banyak pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini sangat dirasakan manfaatnya oleh manusia.

Pada bidang mekanika dasar misalnya, hadirnya rumusan ini membuat Wringht bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) pada tahun 1903 secara tidak langsung berhasil menciptakan pesawat terbang yang paling awal di muka bumi dengan menggunakan dua sayap. Temuan pesawat inilah yang menjadi cikal bakal lahrinya pesawat-pesawat modern-komersial seperti Boeing dan Airbus.

Kehadiran pesawat tentu memiliki pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia khususnya pada bidang transportasi. Dengan hadirnya pesawat, jutaan manusia dimudahkan dalam melakukan mobilitas sosial, baik antar kota, provinsi, pulau, negara dan bahkan lintas benua.

Kita tentu tidak bisa membanyangkan jika pesawat tidak pernah muncul dalam kehidupan modern hari ini. Globalisasi dan perdangan bebas internasional pasti tidak bisa berjalan secapat sekarang. Hilir mudik manusia juga menjadi lambat, terutama dalam kasus keberangkatan jama’ah haji.

Konon katanya, sebelum pesawat komersil dengan kapasitas penumpang berjumlah besar ditemukan, ratusan jama’ah haji asal Indonesia harus berangkat melalui jarul laut yang memakan waktu perjalan sekitar tiga bulan lebih. Itu yang kemudian membuat perjalanan haji identik dengan perjalanan jihad karena butuh perjuangan yang panjang. Fakta inilah yang melahirkan satu budaya tepung tawar atau sukuran yang selalu dilaksanakan setiap kali pemberangkatan dan kepulangan jam’ah haji.

Boing 777 300ER

Kini pada tahun 2015, jama’ah haji asal Indonesia dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang ada di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan jenis boing 777 seri 300ER. Pesawat yang telah disiapkan oleh negara ini memiliki fasilitas yang terbilang baik. Kabin yang luas, tempat duduk yang nyaman, toilet yang modern dan serta dilengkapi dengan tv video yang ada dimasing-masing kursi penumpang untuk bisa menonton film, mendengar music atau mendengar tilawah al-qur’an dan doa-doa yang diperlukan selama pelaksanaan ibadah haji.

Fasilitas yang lengkap ini membuat perjalanan haji selama delapan jam dari medan menuju madinah tidak terasa. Apalagi di tengah-tengah perjalanan, jama’ah haji selalu disajikan menu-menu makanan dan minum yang menggugah selara dan mampu menutupi rasa lapar selama perjalanan berlangsung. Sekali lagi, penemuan pesawat memang memudahkan perjalanan kita.

Gravitasi Keimanan

Newton boleh saja menemukan hukum gravitasi atas benda-benda di langit dan bumi. Rumusan Newton juga patut untuk diapresiasi karena dengannya-lah Wringht bersaudara berhasil melakukan rekayasa mekanika pesawat agar dapat terbang dan bertahan di udara. Kemampuan rekayasa ini membuat Wringht bersaudara berhasil memecahkan rahasia hukum gravitasi dengan berhasil mengendalikan benda (baca; pesawat) untuk terbang di udara.

Namun apakah hukum gravitasi ini juga dapat menjelaskan tentang panggilan dalam pelaksanaan ibadah haji? Pertanyaan ini menjadi penting untuk dijawab, sebab jika kita perhatikan hampir seluruh muslim di dunia datang dan berkumpul di tanah suci Mekah dan Madinah untuk melaksanakan seluruh wajib dan rukun haji

Pada pelaksanaan wajib dan rukun haji ini kita akan menyaksikan bagaimana ribuan manusia memadati masjid nabawai dan masjidil haram. Ada semacam daya magnet yang menarik ribuan muslim untuk ikut serta dalam setiap pelaksanaan ibadah selama musim haji ini.

Daya magnet tersebutlah yang membentuk gravitasi keimanan dalam diri manusia. Daya gravitasi ini mencapai puncaknya pada setiap kali tawaf dan sai berlangsung. Ada perhatikan bagaiamana ribuan orang dengan berpakaian ihram mengelilingi ka’bah. Kab’ah yang tampak hitam dikelilingi lautan manusia yang memakai pakaian putih. Di sini gravitasi ke imanan itu muncul, manusia dengan ribuan partikel di dalamnya mengelilingi kab’ah sebagai pusat kiblat manusia yang menandakan kebesaran sang pencipta.

Pada saat tawaf ini, manusia tampak kecil. Semua status sosial dilepas oleh pakaian ihram yang serba putih. Semua berbaur menjadi satu, tidak perduli apapun status sosialnya, warna kulitnya atau bahkan jabatannya, semua ikut mengelilingi bukti-bukti kekuasaan allah swt tentang sejarah panjang perjuangan perkembangan agama allah swt. Semua bersatu dalam satu pusat titik sentral yaitu ka’bah.

Penutup

Di saat inilah kita sadar, bahwa kita tidak memiliki apa-apa. Semua kecilnya di mata allah swt. Kita hanya bagian dari pada gerak takdir alam semesta yang semuanya diatur atas izin allah swt. Namun terkadang, euforia kehidupan sehari-hari membuat kita lupa pada persoalan ini.

Jabatan kita, kekuasaan kita, membuat kita enggan untuk memenuhi panggilan allah swt setiap kali ia memanggil kita (setidaknya dalam bentuk panggilan solat). Jika ini terus biarkan maka daya magnet tersebut akan terus menimpis. Akhirnya, kita jauh dari sang pemilik kehidupan yang maha kaya.

Dampaknya sikap sombong dan angkuh akan muncul. Jika ini terjadi maka percayalah tidak akan ada seorang-pun yang menyukainya. Dan kita harus berhati-hati jika ini sampai terjadi pada diri kita. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang merugi.

 

Pertama Kali Diterbitkan di Harian Mimbar Umum 

Senin, 31 Agustus 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s